Headlines News :

Latest Post

87 Ribu Guru Tak Layak Dapat Kucuran Tunjangan Profesi

Written By nursetya on Kamis, 13 Maret 2014 | 7:49:00 AM

JAKARTA  - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengebut penuntaskan pembuatan surat keputusan (SK) pencairan tunjangan profesi pendidik (TPP). Hasil sementara saat ini, ada 87.004 guru bersertifikat yang tidak layak mendapatkan SK pencairan TPP itu.
Penerbitan SK pencairan TPP ini ditangani oleh Kemendikbud baik untuk guru PNS maupun non PNS atau swasta. "Pembuatan SK pencairan itu tidak bisa ditangani atau dilimpahkan ke dearah. Nanti bagaimana pengawasannya, anggaraanya bisa jebol," ujar Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Hamid Muhammad usai meresmikan Unit Pelayanan PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Dikdas Rabu (12/3).
Hasil rekapitulasi hingga kemarin menunjukkan bahwa 87 persen usulan SK pencairan TPP guru non PNS sudah selesai dikerjakan. Sedangkan untuk SK guru PNS, sudah rampung sekitar 77 persen. Sisanya ada yang masih dalam masa validasi dan ada juga yang sudah divonis tidak layak menerima SK pencairan TPP itu.
Jumlah guru non PNS (PAUD, Dikdas, dan Dikmen) yang memiliki sertifikat dan diusulkan mendapatkan SK pencairan TPP berjumlah 203.619 orang. Dari jumlah itu sebanyak 7.744 orang guru dinyatakan tidak layak mendapatkan SK. Sedangkan masih ada 49.997 guru yang masih dalam proses validasi.
Kemudian untuk guru PNS (PAUD, Dikdas, dan Dikmen) yang bersertifikat dan diusulkan mendapatkan SK pencairan TPP mencapai 1.248.497 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 79.260 guru dinyatakan tidak layak mendapatkan SK pencairan TPP. Sementara ada 162.749 orang guru yang masih menjalani fase validasi.
Hamid menambahkan, banyak alasan sehingga seorang guru sertifikat masuk kategori tidak layak mendapatkan SK pencairan TPP. Di antaranya adalah, guru tersebut tidak bisa mengejar beban mengajar minimal 24 jam tatap muka dalam sepekan.
"Selain itu ada guru yang bisa mengejar beban mengajar, tapi mata pelajaran yang diampu tidak sesuai dengan sertifikatnya," kata dia. Alasan lainnya ada guru yang pensiun, dimutasi jadi pejabat politik seperti camat atau lurah, dan sebagainya.
Pejabat asal Madura itu menuturkan pencairan TPP tidak menunggu seluruh SK pencairannya beres. Dia menegaskan SK yang sudah beres, bisa dicairkan terlebih dahulu. Dengan perkembangan ini, Hamid optimis TPP bisa dicairkan langsung ke rekening guru akhir bulan ini atau awal April nanti.
Saat ini Kemendikbud membuat kebijakan bahwa SK pencairan TPP hanya berlaku untuk enam bulan. Sebelumnya SK pencairan TPP ini berlaku untuk setahun sekali. Alasan memperpendek masa aktif SK pencairan TPP itu untuk mengakomodir jika sewaktu-waktu ada mutasi guru di daerah. Sehingga ada guru yang awalnya tidak bisa mengejar beban mengajar minimal, tetapi akhirnya bisa mengejarnya.
Pada kesempatan kemarin Hamid juga meresmikan Unit Layanan PTK Dikdas Kemendikbud. Dengan unit pelayanan itu, guru dari seluruh Indonesia bisa menikmati layanan prima untuk urusan pencairan segala jenis tunjangan dan dapodik (data pokok pendidik). "Sebelumnya banyak guru dari daerah yang parkir dulu di masjid Kemendikbud," jelas dia.
Untuk mendapatkan informasi mengenai pencairan tunjangan, diwajibkan membawa keterangan NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan) serta salinan lembar sertifikat profesi. Unit pelayanan ini juga melayani perwakilan. Artinya, para guru di daerah bisa mewakilkan kepada seseorang, untuk mengecek masalah pencairan tunjangannya sehingga bisa menghemat biaya ke Jakarta. (wan)

UN "Online" Akan Diuji Coba pada 2015

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai mencanangkan penerapan Ujian Nasional (UN) online bagi siswa. Namun, pelaksanaan ujian ini tidak serta-merta dilakukan sekaligus karena masih memerlukan penyesuaian, terutama mengenai kesiapan infrastruktur teknologi di berbagai daerah.

Plt Kepala Puspendik Kemendikbud Nizam mengatakan, sekolah-sekolah di daerah di Indonesia menyambut adanya UN online ini. Sekolah-sekolah itu cukup antusias karena banyak sekolah yang sudah lengkap sistem komputernya.

"Sudah banyak yang menulis pakai komputer daripada pakai tangan," ujarnya saat ditemui seusai sidang Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Dia menuturkan, komputerisasi sudah menjangkau beberapa daerah di wilayah Indonesia timur. Beberapa sekolah, di Papua misalnya, sudah mulai menggunakan komputer.

Nizam mengatakan, pelaksanaan UN online akan dipersiapkan secara bertahap. Tahun ini, pelaksanaannya mulai diterapkan pada sekolah-sekolah Indonesia yang ada di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Belanda.

"Tahun ini kita coba untuk sekolah-sekolah Indonesia di luar negeri. Kita kirim soal ke luar negeri karena di sana yang sudah siap dengan infrastrukturnya," imbuh Nizam.

Untuk menyambut ujian online ini, beberapa sekolah juga telah diujikan secara terbatas. Ujian secara online sudah mulai diterapkan bagi siswa, misalnya, dengan menggelar ulangan harian  secara online.

"Beberapa sekolah sudah mulai melakukan itu meski bukan untuk UN, tapi untuk ujian kelas," katanya.

Selanjutnya, pada sekolah yang sudah siap tadi, menurut Nizam, Kemendikbud berencana akan melakukan uji coba UN online pada 2015 nanti.

"Prototipenya sudah siap, baik itu sistem maupun bentuk soalnya. UN online 2015 kita buat sebagai pilot project. Kalau nanti dari perkembangannya dilihat bisa lebih baik, kalau berhasil, kita coba 2016 secara bertahap. Kita lihat kondisi di lapangan," ujar Nizam.

Menurut dia, penerapan UN online merupakan salah satu pemanfaatan teknologi informasi yang kian pesat saat ini. Hal demikian, lanjut Nizam, guna mencegah beberapa masalah yang kerap terjadi saat UN, yaitu pemborosan penggunaan kertas, keamanan, dan kebocoran soal.

Implementasi Kurikulum 2013 Menjadi Komitmen Bersama

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan Kurikulum 2013 di tahun ini diharapkan menjadi komitmen bersama para pemangku kepentingan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemedikbud).
Demikian salah satu butir rekomendasi Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2014 yang berakhir Jumat (7/3/2014) di Jakarta.

"Ada dua hal pokok menjadi perhatian dalam pembangunan pendidikan dan kebudayaan, yaitu akses dan kualitas. Akses berkait dengan ketersediaan dan keterjangkauan, sedang kualitas berkait dengan guru, kurikulum, dan sarana," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, pada jumpa pers seusai acara penutupan RNPK.

Guru dan kurikulum itu, jelas Nuh, tak bisa dipisahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Nuh mengatakan, keduanya penting dan harus dilakukan secara simultan.

"Dalam momentum implementasi Kurikulum 2013 inilah dilakukan penataan sekaligus tentang peningkatan kapasitas dan profesionalitas guru, yang diharapkan bisa meningkatkan kinerja. Untuk itu, disiapkan pengukuran kinerja guru," katanya.

Kinerja guru itulah, lanjut Menikbud, akan digunakan untuk peningkatan karir dan kesejahteraan guru. Pelatihan guru yang dirancang akan menjadi pelatihan berkelanjutan.

"Itulah segi tiga utuh tentang guru, yaitu kapasitas-profesionalitas, kinerja, serta karir-kesejahteraan. Guru harus dilatih, dan gurulah kunci keberhasilan implementasi kurikulum,” katanya.

Mengutip pernyataan Wakil Presiden Boediono pada pembukaan RNPK, Nuh mengatakan, kurikulum adalah salah satu aspek untuk meningkatkan mutu pendidikan. Karena itu dibutuhkan komitmen untuk mengimplementasikannya. Terkait kesiapan guru itulah, Mendikbud mengatakan, menjadi syarat mutlak sebelum mengimplementasikan kurikulum, guru harus dilatih.

"Jangan dilihat waktunya yang hanya 52 jam. Itu pelatihan terstruktur. Pelatihan yang dikembangkan adalah pelatihan yang berkelanjutan. Setelah dilakukan pelatihan selama 52 jam akan dilanjutkan dengan pendampingan dan pelatihan-pelatihan berikutnya," ujar Nuh.

Kurikulum 2013 Menekankan Pembangunan Karakter Anak

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak reaksi bermunculan dari berbagai pihak terkait penerapan Kurikulum 2013, termasuk reaksi dari siswa dan guru. Sebenarnya, apa yang membedakan antara pelaksanaan Kurikulum 2013 dan kurikulum sebelumnya?

Ditemui di sela Rembuk Nasional (Rembuknas) Pendidikan dan Kebudayaan 2014 di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (6/3/2014), Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Ditjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sumarna Surapranata, menjelaskan bahwa dalam sistem pengajaran Kurikulum 2013 bisa saja berbeda. Misalnya, bila kurikulum lama bentuk pengajaran hanya menekankan pada aspek mencatat maka pada Kurikulum 2013 lebih banyak menuntut kreativitas guru untuk merangsang kecerdasan murid-muridnya.

"Guru harus membuat siswa lebih aktif. Guru tidak hanya mencatat dan menerangkan, tetapi harus membuat sekolah nyaman," kata Sumarna.

Aplikasi Kurikulum 2013, lanjut Sumarna, menekankan pada penanaman karakter dan budaya kepada siswa terdidik sejak usia dini. Fokus pengajaran tidak hanya pada mata pelajaran ilmu pasti, seperti Matematika atau IPA.

"Misalnya, guru sedang mengajar tema tentang diri seseorang, maka dia bicara mengenai tangan. Lalu, si anak diminta menghitung jari, satu, dua, tiga, sampai lima. Itu secara tidak langsung mengajarkan Matematika. Lalu, warna tangannya, tanpa sadar bisa berupa pelajaran IPA. Jadi, anak bisa menceritakan, tidak hanya hitungan satu, dua, tiga," jelasnya.

Penanaman karakter tersebut, sambung Sumarna, menjadi sangat penting dan bisa dijadikan pedoman pendidikan karakter pada masa mendatang. Sebab, penanaman karakter anak akan berkembang ke sifat-sifat anak selanjutnya setelah dewasa. Hanya saja, hasil dari pendidikan itu membutuhkan waktu beberapa lama.

"Mungkin, tidak bisa dirasakan dalam waktu singkat. Pembangunan pendidikan tidak bisa dalam waktu sekejap seperti bangunan fisik. Tapi, harapannya pembangunan itu akan mengarah ke sesuatu yang lebih baik," katanya.

Pintu Gerbang SMP Negeri 3 Klaten

Written By nursetya on Selasa, 26 November 2013 | 9:51:00 AM

Pintu Gerbang SMP Negeri 3 Klaten

Halaman SMP Negeri 3 Klaten

Halaman SMP Negeri 3 Klaten

Gedung Sebelah Barat SMP Negeri 3 Klaten

Gedung Sebelah Barat SMP Negeri 3 Klaten

Pintu Gerbang SMP Negeri 3 Klaten

Gedung Sebelah Timur SMP Negeri 3 Klaten

Gedung Sebelah Timur SMP Negeri 3 Klaten

Gedung Sebelah Timur SMP Negeri 3 Klaten

Kesenian Tradisional Khas Klaten

Written By nursetya on Senin, 30 September 2013 | 11:08:00 AM

Kabupaten Klaten memiliki berbagai macam kesenian tradisional yang merupakan aset untuk mengembangkan kepariwisataan di Klaten, adapun kesenian tradisional tersebut antara lain : Kabupaten memiliki berbagai macam kesenian tradisional yang merupakan aset untuk mengembangkan kepariwisataan di Klaten, adapun kesenian tradisional tersebut antara lain : 
1. Sendratari Roro Jonggrang Mengangkat sebuah legenda terjadinya candi prambanan. Sendratri roro jonggrang mengisahkan jalinan asmara Bandung Bondowoso dengan Dewi Roro Jonggrang yang berakhir secara tragis. Menyadari bahwa calon suaminya adalah pembunuh Prabu Boko, Ayah yang dicintainya. Gejolak hati untuk membalas dendam, maka syarat pinangan bandung harus mampu mewujudkan candi yang berjumlah seribu buah. Adalah suatu permintaan yang sulit untuk diwujudkan dalam waktu satu malam. Dengan bala bantuan raja tentara jin yang bernama Bondowoso diharapkan dapat mewujudkan jumlah seribu candi sebelum fajar tiba, namun alunan gejog lesung yang mengisyaratkan aktivitas manusia menumbuk padi pada pagi hari sebagai tanda fajar tiba dilakukan oleh masyarakat prambanan atas perintah dewi roro jonggrang, yang berarti bandung gagal mewujudkan impiannya. Kekesalan dan kemarahan bandung atas kelicikan dari roro jonggrang, maka disumpahlah dewi roro jonggrang menjadi arca untuk melengkapi jumlah seribu candi 
 2. Jatilan Jatilan adalah tari tradisional yang menggambarkan tentang keprajuritan, pada waktu perang perangan yang dilakukan beberapa orang dengan cara naik kuda kepang. Dalam tari Jatilan ini diperagakan dengan pakai kuda kepang atau kuda lumping yang dikendalikan oleh seorang pawang yang diawasi oleh Ki pentul dan Ki tembem. Diiringi dengan gamelan yang berupa : kendang,bende dan kecer. Dalam tari Jatilan ini dimasukan unsur magis yang melambangkan kekebalan dari pihak pemain mengenakan topeng atau kacamata hitam. Tari Jatilan di Kabupaten Klaten yang terkenal Tari Jatilan dari Desa Bugisan Kecamatan Prambanan. Tari Jatilan ini dipentaskan tiap hari jumat di panggung terbuka di Desa Bugisan Kecamatan Prambanan untuk para turis asing maupun domestik. 
3. Ketoprak Ketoprak adalah kesenian rakyat yang berbentuk sandiwara atau drama, ketoprak ini timbulnya pada tahun kurang lebih 1922 pada masa Mangkunegaran. Sebagai ilustrasi diiringi Gamelan yang berupa lesung,alu,kendang dan seruling, karena cerita atau pantun-pantunnya merupakan sindirian kepada pemerintah atau kerajaan maka kesenian ketoprak ini lalu dilarang.Namun karena kesenian rakyat akhirnya tetap berkembang di daerah pedesaan atau pesisiran.Setelah sampai di Yogyakarta ketoprak ini disempurnakan dengan iringan gamelan jawa lengkap dan tema ceritanya mengambil babad sejarah, cerita rakyat atau kerajaan sendiri. Ketoprak ini dilakukan oleh beberapa orang menurut keperluan ceritanya.Adapun ciri khas dari ketoprak ini dilakukan dengan dialog bahasa jawa.
 4. Srandul merupakan kesenian tradisional rakyat yang menggambarkan tentang kehidupan demang pada jaman kerajaan. Srandul biasanya dilakukan kurang lebih 15 orang lengkap dengan iringannya yang berupa : kendang,angklung dan terbang besar. Dalam kesenian srandul ini dilakukan dengan dialog yang berupa parikan atau tembang dan percakapan. Kesenian srandul ini semula timbul di dukuh Jogodayoh Desa Gumulan .Adapun srandul ini masih berkembang dengan baik di Prambanan dan Kemalang. 
5. Sruntul Pada waktu itu para seniman banyak yang ngamen, karena untuk mementaskan kesenian srandul terlalu jemu sedang untuk mementaskan kesenian ketoprak terlalu banyak peralatannbnya, sehngga timbullah perpaduan antara sruntul dan ketoprak. Disebut dengan sruntul karena datangnya tanpa diundang dan bersikap sruntal sruntul. Pada saat itu berkembang dengan pesat karena kesenian ini dianggap lebih modern. Ciri Khususnya : - pemain bisa merangkap sebagai penabuh - dengan memakai lampu penerangan oncor - tema cerita terdiri tiga babak dan setiap babak bisa terjadi beberapa adegan - bentuk pakaian sangat sederhana dan pengiring gamelannya berupa : 
demung,saron,gong,kempul,kenong,angklung,terbang,jedor 
6. Tari Topeng Tari topeng adalah kesenian tradisional yang para pemainnya mengenakan topeng sesuai dengan peran atau dapukaannya. Timbulnya kesenian ini dari Kediri Jawa Timur, tari topeng dilaksanakan dengan percakapan atau dialog dan diiringi gamelan jawa selendro lengkap. Adapun tema ceritanya : Cerita Panji. Di Kabupaten Klaten untuk pertama kali dilaksanakan oleh para dalang wayang kulit dan perkumpulan tari topeng yang terkenal bernama Magodo di Desa Jogosetran Kecamatan Kalikotes. Keistimewaan Tari Topeng pada saat itu : - tidak setiap orang bisa melakukannya kecuali para dalang - kesenian topeng ini dalam dialog dengan melepaskan topeng dari gigitan, akan tetapi tetap dipegang untuk menutupi mukanya - tarian ini khusus dipentaskan pada waktu siang hari dan tidak dilaksankan pada malam hari Namun demikian pada saat sekarang tari topeng tersebut sudah dpat dilaksnakan oleh para remaja. 
 7. Wayang Babad Wayang babad adalah suatu bentuk kesenian rakyat berupa wayang kulit yang ceritanya diambil dari cerita babad atau ketoprak. Wayang babad ini bisa dipentaskan siang hari maupun malam hari dengan diiringin gamelan lengkap slendro dan pelog. Kesenian ini dimainkan oleh seorang dalang, adapun cerita wayang babad ini bertemakan cerita-cerita yang mirip dengan ketoprak. Keistimewaannnyaadalah bentuk dari wayang tidak seperti wayang purwa,melainkan seperti bentuk ketoprak. Lama pementasan menurut kebutuhannya, adapun timbulnya wayang babad ini setelah kemerdekaan dalam rangka penerangan kepada masyarakat sampai sekarangh klesebian ini masih terpelihara dengan baik di desa ceporan kecamatan gantiwarno. 
 8. Wayang Klitik merupakan bentuk kesenian wayang yang dibuat dari kayu. Ceritanya bertemakan cerita Panji atau cerita Majapahit, dilaksnakan oleh seorang dalang yang diiringin gamelan jawa yang berupa : kendang,saron,wilahan,ketuk,kenong,kem[pul,gong dan suwukan. Ciri Khas : dalang kalau memerannkan adegan perang dengan tarikan,sulukan dengan tembang mocopat. Adapun dialog perakapan seprti wayang purwa.Timbulnya kesenian ini sejak kerajaan Singosari, dan sampai sekarang masih terpelihar dengan baik di Kecamatan Gantiwarno. 
 9. Wayang Sadat Wayang sadat adalah suatu bentuk kesenian rakyat yang berupa watyang kulit, namun cerita wayang sadat ini bertemakan cerita cerita sejarah Islam dan ceritanya diambil dari cerita akhir kerajaan Majapahit sampai awal kerajaan Mataram. Wayang sadat ini dapat dipentaskan siang hari amaupun malam hari, kesenian ini dimainkan oleh seorang dalang dengan diiringi gamelan lengkap slendor dan pelog. Keistimewaan : - teknik pakeliran bersifat kontemporer menurut jalan ceritanya - Jajar pertama tidak harus atau mesti kraton - Untuk kayon atau gunungan sebelah kanan gunungan didampingi pohon beringin dan gunungan sebelah kirinya didampingi pohon kelapa - Warna kelir kuning, bingkai hijau dengan ukuran kurang lebih 3,5 meter lebar 2 meter Lama pementasan menurut kebutuhan, dialog percakapan dengan bahasa jawa. Timbulnya kesenian ini sejak tahun 1970, sampai sekarang kesenian ini terpelihara dengan baik di Desa Mireng Kecamatan Trucuk. 
 10. Kesenian Paguyuban Musik Bambu Pring Sedapur Kesenian ini lahir di dukuh purwaddadi, desa bugisan kecamatan prambanan. Kesenian ini diciptakan oleh seorang tokoh seni bernama Suparman Hadi, seni ni berawal dari guyubnya kekeluargaan dan kebiasaan ronda malam yang menggunakan peralatan dari bambu (tek-tek untuk berkeliling kampung menjaga kemanan desa). Mengambiol nama prin Sedapur dengan maksud bahwa perkumpulan ini sangat erat seperti serumpun bambu yang sulit untuk dipisahkan satu persatu. Drai musik ini telah berkembang menjadi campur sari namun tetap tidak menghjilangkan peralatan dari bambu. 
11. Kesenian Gejog Lesung Kesenian gejog lesung lahir di dukuh soran desa Duwet Kecamatan Ngawen jarak dari kota Klaten kurang lebih 4km arah utara Klaten. Kesenian ini musik tradisional kuno yang saat ini hampir punah dan mempunyai nilai seni yang tinggi khususnya bagi para petani yang sedang mengungkapkan rasa kegembiraannnya setelah musim panen padi tiba, masyarakat berkumpul bersama, bersuka ria sambil menumbuk padi di lesung dengan antan dan mengalunkan lagu lagu untuk melepas lelah dan dahaga. Kesenian ini mengandung unsur penyampian informasi kepada masyarakat sekitar bahwa pada saat tersebut ada orang punya hajat atau supitan dll, dan juga kalau ada gerhana bulan.
English French Spain Italian Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Mutiara Hikmah
"Siapa yang menginginkan dunia harus dengan ilmu, siapa yang menginginkan akhirat harus dengan ilmu, dan siapa yang menghendaki keduanya harus dengan ilmu."
(Rasulullah SAW)

 
Support : Sinau Teika
Copyright © 2013. SMP N 3 KLATEN Sekolah Standart Nasional - All Rights Reserved
Template Created by Nursetya.Smart Published by Mr.Smart SMPN3KLATEN
Proudly powered by Blogger